Seo Services
Seo Services

KPK: Bupati Talaud Tak Mau Dibelikan Tas yang Sama dengan Pejabat Perempuan Lain Halaman all - KOMPAS.com

May 01, 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip diduga tak ingin dibelikan tas yang sejenis dengan tas yang dimiliki pejabat perempuan lain di Sulawesi Utara.

Sri Wahyumi kini jadi tersangka penerima suap terkait revitalisasi pasar di Kepulauan Talaud. 

"Sempat dibicarakan permintaan tas merk Hermes dan Bupati tidak mau tas yang dibeli, sama dengan tas yang sudah dimiliki oleh seorang pejabat perempuan di sana. Karena kebetulan selain Bupati Talaud ada bupati yang perempuan juga di Sulawesi Utara," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Diduga tas yang dibelikan rencananya diberikan sebagai hadiah ulang tahun. KPK mengamankan barang bukti berupa tas, jam, dan perhiasan mewah serta uang dengan nilai sekitar Rp 513.855.000.

Baca juga: Tangkap Bupati Talaud, KPK Amankan Anting Berlian hingga Jam Tangan Rolex

"KPK mengidentifikasi adanya komunikasi aktif antara Bupati dengan BNL (Benhur Lalenoh, orang kepercayaan Sri Wahyumi) atau pihak lain, misal pembicaraan proyek, komunikasi terkait pemilihan merk tas dan ukuran jam yang diminta," kata Basaria.

Rincian barang dan uang yang diamankan KPK adalah, tas merk Channel senilai Rp 97,36 juta, jam tangan merk Rolex senilai Rp 224,5 juta dan tas merek Balenciaga senilai Rp 32,99 juta.

Kemudian anting berlian merk Adelle senilai Rp 32,07 juta, cincin berlian merk Adelle senilai Rp 76,92 juta dan uang tunai sekitar Rp 50 juta.

Barang tersebut dibeli oleh seorang pengusaha sekaligus tersangka pemberi suap bernama Bernard Hanafi Kalalo. Pada Minggu malam, 28 April 2019, Bernard bersama anaknya membeli barang mewah tersebut di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

Baca juga: Bupati Kepulauan Talaud Mengaku Bingung Ditangkap KPK

Basaria menjelaskan, pada awalnya, Sri Wahyumi diduga meminta fee sekitar 10 persen kepada kontraktor terkait dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Meski demikian KPK belum mengungkap secara rinci berapa nilai proyek revitalisasi itu.

"Tim KPK mendapatkan informasi adanya pemintaan fee 10 persen dari bupati melalui BNL (Benhur Lalenoh) sebagai orang kepercayaan bupati kepada kontraktor untuk mendapatkan proyek pekerjaan di Kabupaten Talaud," kata dia.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) menunjukkan barang bukti berupa tas dan jam tangan mewah yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara Sri Wahyumi Maria Manalip di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip), BNL (Benhur Lalenoh) dan BHK (Bernard Hanafi Kalalo) serta mengamankan barang bukti senilai Rp500 juta terkait kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. *** Local Caption *** ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) menunjukkan barang bukti berupa tas dan jam tangan mewah yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara Sri Wahyumi Maria Manalip di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka yaitu SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip), BNL (Benhur Lalenoh) dan BHK (Bernard Hanafi Kalalo) serta mengamankan barang bukti senilai Rp500 juta terkait kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. *** Local Caption ***
Menurut Basaria, Benhur bertugas mencari kontraktor yang dapat mengerjakan proyek dan bersedia memberikan fee 10 persen.

Benhur kemudian menawarkan Bernard Hanafi Kalalo proyek di Kabupaten Talaud dan meminta fee 10 persen.

"Sebagai bagian dari fee 10 persen tersebut, BNL meminta BHK memberikan barang-barang mewah kepada SWM, Bupati Talaud," ujar Basaria.

Pada pertengahan April, untuk pertama kalinya Benhur mengajak Bernard untuk diperkenalkan ke Sri Wahyumi.

Baca juga: Bupati Talaud: Biar Masyarakat Tahu, Saya Tidak Menerima Hadiah Apapun

Beberapa hari kemudian berdasarkan perintah Sri Wahyumi ke Benhur, Bernard diminta ikut ke Jakarta untuk mengikuti beberapa kegiatan Sri Wahyumi di Jakarta.

"Terkait fee yang diharuskan oleh bupati, BNL meminta BHK memberi barang-barang mewah sebagai bagian dari imbalan sebesar 10 persen. Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dengan 2 proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud," kata dia. Kedua pasar itu adalah Pasar Lirung dan Pasar Beo.

KPK menetapakan Sri Wahyumi, Benhur, dan Bernard sebagai tersangka. Dua nama pernama ditetapkan sebaga tersangka penerima suap, sementara Bernard sebagai pemberi. 

Sri Wahyumi dan Benhur disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 hurut b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara Bernard disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Let's block ads! (Why?)



Berita teratas - Google Berita
KPK: Bupati Talaud Tak Mau Dibelikan Tas yang Sama dengan Pejabat Perempuan Lain Halaman all - KOMPAS.com KPK: Bupati Talaud Tak Mau Dibelikan Tas yang Sama dengan Pejabat Perempuan Lain Halaman all - KOMPAS.com Reviewed by eela on May 01, 2019 Rating: 5

Situng Pileg DPR 25%, Parpol Papan Tengah 'Kejar-kejaran' - detikNews

May 01, 2019
Jakarta - Tak hanya hasil Pilpres, Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU juga menampilkan hasil sementara Pileg 2019. Bagaimana perolehan suara parpol-parpol berdasarkan data masuk 25%?

Dilihat detikcom dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Rabu (1/5/2019), pukul 11.11 WIB, data yang sudah masuk untuk Situng Pileg DPR berasal dari 203.354 TPS (25,00203%). Diketahui total ada 813.350 TPS pada Pemilu 2019.

Berikut hasil Situng KPU untuk Pileg DPR 2019 berdasarkan data masuk 25%:

PDIP: 19,18%
Golkar: 13,72%
Gerindra: 11,79%
NasDem: 10,1%
Demokrat: 8,31%
PKB: 7,88%
PKS: 7,36%
PAN: 7,02%
PPP: 4,18%
Perindo: 2,81%
Berkarya: 2,21%
Hanura: 1,89%
PSI: 1,75%
PBB: 0,92%
Garuda: 0,58%
PKPI: 0,32%

Di dalam situs ini, KPU menjelaskan bahwa data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara merupakan data berdasarkan angka yang tercantum dalam salinan formulir C1 sebagai hasil penghitungan suara di TPS. Jika terdapat perbedaan antara angka yang tertulis dengan angka yang tercantum dalam salinan Formulir C1, akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

KPU juga menyatakan bahwa data yang ditampilkan bukan merupakan hasil final, karena hasil akhir penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan. Oleh karena itu jika terdapat kesalahan dalam pengisian C1 dapat diusulkan perbaikan pada rapat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu (22/5). KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.

Tonton juga video Pileg Banyak Golput, Kalah Pamor dari Pilpres?:

[Gambas:Video 20detik]

Situng Pileg DPR 25%, Parpol Papan Tengah 'Kejar-kejaran'

(imk/tor)

Let's block ads! (Why?)



Berita teratas - Google Berita
Situng Pileg DPR 25%, Parpol Papan Tengah 'Kejar-kejaran' - detikNews Situng Pileg DPR 25%, Parpol Papan Tengah 'Kejar-kejaran' - detikNews Reviewed by eela on May 01, 2019 Rating: 5

Sandiaga Tak akan Hadir di Ijtimak Ulama III - detikNews

May 01, 2019
Jakarta - Sejumlah ulama akan menggelar Ijtimak Ulama III. Sandiaga Uno menyatakan tak akan hadir dalam acara yang digelar besok di Bogor, Jawa Barat, itu.

"Saya belum terima undangan, tapi saya sudah berkoordinasi sama Pak Prabowo, karena saya besok bertugas di Sumatera Barat besok," ujar Sandiaga di GOR Matraman, Jalan Balai Rakyat, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019).

Sandiaga tak menjelaskan apakah pembagian tugas ini berarti pasangannya, Prabowo Subianto, akan hadir dalam Ijtimak Ulama III. Ia hanya memastikan tidak datang karena akan memantau proses rekapitulasi di luar kota.


"Jadi saya akan meninjau beberapa lokasi PPK (panitia pemilihan kecamatan) di Sumatera Barat besok," tutur Sandiaga.

Ijtimak Ulama III akan digelar pada Rabu (1/5) besok di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat. Beberapa ulama inisiator acara ini merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, seperti Slamet Maarif dan Yusuf Martak.

Menurut Yusuf, di Ijtimak Ulama III akan dipaparkan soal dugaan kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Timses pasangan nomor urut 02 itu juga akan memberikan pemaparan dalam kegiatan ini.


"Saat kezaliman semakin memuncak dengan kecurangan Pemilu 2019 secara terstruktur, sistematis, masif, maka Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional 3 adalah keniscayaan untuk memimpin umat Islam melawan kezaliman dan kecurangan dengan cara syar'i dan konstitusional," ujar Yusuf di Restoran Ayam Tulang Lunak Hayan Wuruk, Jl. Tebet Barat Dalam Raya, Jakarta Selatan, Senin (29/4).

"Satu, paparan dari tim pemenangan dan relawan tentang pelaksanaan Pilpres 2019. Kedua, mendengarkan pemaparan aneka kecurangan terstruktur, sistematis, dan masih dalam Pilpres 2019 oleh para ahli hukum dan tata negara dan politik serta pakar IT. Serta diskusi dan musyawarah tentang mekanisme legal konstitusional dan syar'i menghadapi kecurangan," sambungnya.

Simak Juga Sanjungan Prabowo untuk Sandiaga:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/tor)

Let's block ads! (Why?)



Berita teratas - Google Berita
Sandiaga Tak akan Hadir di Ijtimak Ulama III - detikNews Sandiaga Tak akan Hadir di Ijtimak Ulama III - detikNews Reviewed by eela on May 01, 2019 Rating: 5

Kisah Desa Wisata Gamol yang Sukses Tanpa Sumber Daya - Tempo.co

May 01, 2019

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebuah desa biasanya menjadi desa wisata jika memiliki kekayaan alam, budaya, atau karakteristik tertentu yang bisa dijadikan daya tarik wisata. Misal, wisata alam Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang sebelumnya adalah area pertambangan.

Baca: Akhir Pekan, Ajak Anak Bertani dan Beternak di Desa Wisata Gamol

Ada pula Desa Madobak di Mentawai yang menjadi desa adat terbaik karena memiliki budaya tato yang diyakini sebagai budaya tato tertua dunia. Bisa juga menjadi desa wisata karena dikenal dengan aktivitas penduduk yang sudah dilakukan secara turun-temurun seperti di Desa Kasongan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Desa wisata ini memiliki ciri khas karena menjadi sentra gerabah dan aktivitas membuat kerajinan, seperti kuali dan kendi, itu diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17.

Lantas bagaimana Dusun Gamol, Balecatur, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya mampu menjadi desa wisata yang sukses? Padahal hanya perlu waktu 20 menit untuk mencapai desa yang terletak di sebelah barat dari pusat wisata Yogyakarta, Malioboro, itu.

Kepala Dukuh Gamol, Tamtama menceritakan sebelumnya Dusun Gamol hanya berupa lahan kosong yang penuh alang-alang. “Sebelum menjadi desa wisata, di tempat ini banyak sekali lahan menganggur. Pendapatan desa begitu minim karena tak ada objek wisata yang bisa diolah seperti di desa-desa lain,” ujar Tamtama, Jumat 26 April 2019.

Desa Wisata Gamol, Sleman, Yogyakarta menjadi salah alternatif objek wisata yang terkenal dengan peternakan kambing Etawa. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Kemudian pada 2009, warga Dusun Gamol sepakat berbenah. Tujuannya: membuat desa mereka tampak elok dan hidup serta memberi kesejahteraan penduduknya. "Kami berpikir mau jadi desa wisata yang seperti apa? Jangan sama seperti desa-desa lain yang menyediakan fasilitas outbond, tempat bermain, atau sekedar bersenang-senang. Kami ingin membuat desa wisata yang mendidik," ucap Tamtama.

Berangkat dari desa wisata yang mendidik, kelompok masyarakat, seperti karang taruna, petani, peternak, perajin, juga ibu PKK berkumpul untuk membahas penataan desa sesuai kemampuan masing-masing. Dari situ tercetus gagasan Desa Wisata Budaya Gamol yang menawarkan program wisata edukasi budaya.

Baca juga: Travelling ke Desa di NTB, Wisatawan Bisa Ikut Mengajar Siswa SD

Konsep disepakati, lantas masyarakat menentukan dan mulai membangun atraksi wisata edukasi budaya apa saja yang ingin dikenalkan kepada pengunjung. Pada 2010, Desa Wisata Busaya Gamol berani membuka diri untuk kunjungan wisatawan. Pelancong yang datang ke sana bukan sekadar berpindah tempat untuk melakukan kegiatannya sendiri bersama rombongan. Mereka bisa mengenal desa secara utuh melalui kegiatan masyarakatnya.

“Dengan udara desa yang sejuk dan tempat bersih, kami mengajak wisatawan berkeliling, melihat dan melakukan kegiatan seperti yang dilakukan penduduk sehari-hari,” ujar Tamtama. Rute untuk wisatawan yang menyambangi Desa Gamol dikemas dalam paket wisata murah meriah. Dengan harga tiket Rp 15 ribu per orang, pengunjung mendapatkan satu paket belajar, melihat dan mempraktikkan cara bercocok tanam, budidaya ikan, sampai memerah dan mengolah susu kambing.

Paket itu sudah termasuk melihat dan belajar di sentra budidaya jamur serta pengolahan limbah sampah plastik dalam berbagai produk. Wisatawan juga bisa melihat bagaimana anak-anak Desa Gamol berlatih dan menampilkan atraksi bergada ala prajurit Keraton dengan keliling desa. Anak laki-laki berperan sebagai bergada atau prajurit keraton yang membawa replika tombak dan memainkan drumband, sedangkan anak perempuan menyandang jemparing atau panah tradisional Jawa bak pasukan wanita.

Anak-anak di Desa Wisata Gamol, Sleman, Yogyakarta meggelar tradisi keprajuritan ala keraton atau Bergada. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Para prajutit cilik itu terkadang ikut mengantarkan wisatawan menuju titik demi titik rute wisata yang dibuat. Salah satu yang menonjol di desa Gamol adalah rumah pengelolaan sampah yang sudah terorganisir. Rumah ini menjadi sentra ‘sedekah’ dan daur ulang sampah. Siklus pengelolaan sampah dimulai dengan memisahkan sampah organik dan non-organik.

Artikel lainnya: Libur Akhir Tahun, di Tengah Alam Desa Wisata Malasari Bogor

Sampah non-organik, seperti kemasan plastik disetorkan ke posko bank sampah. Setiap pekan, masyarakat sekitar mendatangi sentra daur ulang itu untuk mengolah berbagai sisa kemasan makanan menjadi tas, topi, mainan, dan cenderamata unik. Sejak 2017, bank sampah Gamol telah mengumpulkan hampir 3 ton sampah dengan nilai ekonomis mencapai sekitar Rp 5 juta. Limbah sampah yang masih layak juga dibuat menjadi dekorasi di sejumlah sudut kebun. Salah satu titik dekorasi hasil daur ulang yang cocok untuk selfie ada di ornamen wayang raksasa.

Lokasi bank sampah Desa Wisata Gamol sebagai tempat mengumpulkan sampah plastik sebelum diolah di rumah daur ulang. TEMPO | Pribadi Wicaksono.

Kreativitas warga Desa Wisaya Budaya Gamol tak berhenti di situ. Sembari menikmati suasana desa, wisatawan yang haus dapat menikmati minuman segar dan menyehatkan yang dioleh penduduk setempat. Minuman yang mereka tawarkan misalnya wedang secang dan sirup nata lidah buaya.

Tak perlu khawatir pula jika merasa lapar di tengah perjalanan keliling desa. Ibu-ibu Desa Gamol menyediakan sate dan bakso tusuk yang empuk dan kaya bumbu yang diolah dari jamur budidaya desa itu. Kuliner ini merupakan hasil dari Kumbung Jamur, unit budidaya jamur di Desa Gamol.

Let's block ads! (Why?)



From "{Wisata}" - Google Berita
Kisah Desa Wisata Gamol yang Sukses Tanpa Sumber Daya - Tempo.co Kisah Desa Wisata Gamol yang Sukses Tanpa Sumber Daya - Tempo.co Reviewed by eela on May 01, 2019 Rating: 5

16 Desa Wisata Bakal Unjuk Gigi di MITF 2019 - detikTravel

May 01, 2019
Jakarta - Pagelaran akbar Majapahit International Travel Fair (MITF) 2019 tinggal menghitung hari. Event pariwisata tahunan berskala internasional tersebut menjadi menu wajib traveler untuk berburu paket wisata terbaik.

Event yang di gelar tanggal 2 sampai 5 Mei 2019 itu, mengusung tema 'Explore Tourist Village'. Berbagai desa wisata terbaik khususnya di Jawa Timur dipastikan hadir untuk menampilkan keunggulannya.

"Jadi event ini bukan mengajak wisatawan untuk ke luar negeri, namun ke dalam negeri. Apalagi desa wisata yang ada di Indonesia semakin hari semakin berkembang. Ini harus terus didorong untuk dipasarkan dengan konsep terbaik seperti MITF ini," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2019).

Keseriusan MITF mendorong berkembangnya desa wisata, terlihat dari 16 desa wisata ikut serta dalam MITF 2019. Mulai dari Desa Wisata Bangsring Banyuwangi, Desa wisata Tulungrejo Batu, Desa Wisata Belimbing Bojonegoro, Desa Wisata Tamansari Banyuwangi, Kampung Budaya Polowijen Malang, hingga Desa Wisata Kemiren Banyuwangi.

Selain itu juga ada Desa Wisata Lombok Kulon Bondowoso, Desa Wisata Serang Tulung Agung, Situs Dalem Bung Karno Kediri, Desa Wisata Tanoker Jember, Batu Flower Garden Malang, dan Desa Wisata Sendang Tulung Agung. Tak ketinggalan juga Desa Wisata Pujon Kidul Malang, Kampung Lawas Maspati Surabaya, Desa Wisata Jambu Kediri, serta Desa Wisata Karung Pacitan.


"Kami memberikan ruang seluas-luasnya untuk desa wisata berkembang memasarkan produk-produknya. Sehingga desa wisata mampu menjadi global player. Apalagi saat ini menjadi tren wisata menjadi tren yang tengah digandrungi wisatawan, khususnya wisatawan millenial," lanjut Arief.

Di sisi lain, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung mengatakan, desa wisata layak menjadi produk unggulan pariwisata. Kekayaan budaya yang menjadi dasar desa wisata saat ini sangat digandrungi wisatawan. Sehingga, kini desa wisata menjadi tren baru yang terus tumbuh berkembang.

"Tren wisatawan dalam berwisata saat ini sangat berbeda. Mereka mencari pengalaman yang otentik dalam berwisata. Dan ini dapat didapatkan wisatawan di desa wisata. Kemenpar pun menggandeng 4 desa wisata untuk mengisi booth Kemenpar di ajang MITF 2019," ungkap Adella.

Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan mengungkapkan, masing-masing daerah memiliki kekhasan atau penonjolan karakteristik alam maupun sosio kultural dan aspek lainnya. Desa memiliki segudang potensi bisnis yang menguntungkan untuk bisa diangkat menjadi komoditas pariwisata, terlebih desa wisata yang ada telah bertransformasi dengan berbagai keunggulan untuk memanjakan wisatawan.

"Desa wisata memiliki segala aspek yang dibutuhkan wisatawan saat ini. Baik itu culture, keindahan alam, serta keunikan penduduknya. Bahkan desa wisata telah dilengkapi dengan amenitas yang mumpuni, dari mulai home stay yang representatif hingga ketersediaan jaringan internet," ungkap Wawan.

Ketua Pelaksana Calender of Event 2019 Kemenpar Esthy Reko Astuti juga menjamin MITF 2019 menjadi sebuah ajang yang wajib diikuti. Apalagi Event yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar.


Selain berbagai desa wisata yang siap menyambut, event tersebut juga memiliki konten yang padat. Dimana kegiatan utama MITF adalah Travel Exchange (Travex) antara pelaku bisnis pariwisata dari dalam negeri, serta pembeli dari dalam dan luar negeri.

"Nanti juga ada rangkaian kegiatan pendukungnya yang tak kalah heboh. Ada pameran dan bursa pariwisata, Forum MICE, penampilan kesenian, fam-trip serta aneka lomba. Jadi jangan sampai terlewatkan. Sekaligus mencari paket terbaik menjelang Ramadhan," tutur Esthy. (prf/ega)

Let's block ads! (Why?)



From "{Wisata}" - Google Berita
16 Desa Wisata Bakal Unjuk Gigi di MITF 2019 - detikTravel 16 Desa Wisata Bakal Unjuk Gigi di MITF 2019 - detikTravel Reviewed by eela on May 01, 2019 Rating: 5

Hewan Mati Mendadak, Dinas Pertanian dan Peternakan Identifikasi, Diduga akibat Perubahan Iklim - Pos Kupang

May 01, 2019
May 01, 2019 at 01:00PM

Ada Hewan Mati Mendadak, Dinas Pertanian dan Peternakan Identifikasi, Diduga akibat Perubahan Iklim

POS-KUPANG.COM | BANDA ACEH - Sebanyak 15 ekor kerbau liar milik warga Desa Blang Bayu, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan mati mendadak di hutan.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan setempat yang turun langsung ke desa tersebut belum berhasil mengidentifikasi dan menemukan bangkai hewan yang dilaporkan mati dalam hutan tersebut.

MA dan KKP Buka Pendaftaran Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Perikanan, Ini Syarat- syaratnya

"Tadi Kasie Kesehatan Hewan drh Trisnawati sudah turun ke lapangan menjumpai kepala desa terkait laporan 15 ekor kerbau mati. Namun, lokasinya jauh di hutan, sehingga kami tidak mengetahui pasti kondisi dan lokasi kerbau mati itu seperti apa," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya drh Safridhal kepada Kompas.com, Selasa (30/4/2019).

Menurut Safridhal, hewan ternak yang dilaporkan mati mendadak merupakan kerbau liar milik warga yang dilepas di dalam hutan.

Dengan demikian, pihaknya menduga hewan-hewan tersebut mati mendadak akibat perubatan iklim dari musim panas ke musim hujan.

Persaingan di Dapil Terlalu Ketat, Budiman Sudjatmiko Kemungkinan Tak Lolos Parlemen

Sebab, lanjut dia, sebagian wilayah pegunungan Kabupaten Nagan Raya termasuk indemik Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yaitu Septicaemia Epizootica (SE).

"Kerbau mati dalam kondisi dari mulutnya mengeluarkan busa, dugaan kami itu terserang penyakit ngorok atau bahasa latinnya Septicaemia Epizootica (SE). Wilayah Nagan Raya termasuk indemik penyakit itu, sehingga saat perubahan iklim hewan yang daya tahan lemah mudah terserang penyakit," ujarnya.

Petugas mulai melakukan vaksinasi terhadap seluruh ternak warga yang dikandangkan. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang mulai menyerang hewan ternak warga yang dilepas liar di hutan.

"Hewan ternak yang dikandangkan sudah kami vaksinasi gratis, karena tahun ini targetnya kami akan vaksinasi hewan ternak kerbau dan lembu gratis sebanyak 4.500 ekor," kata Safridhal. (Kompas.com/Raja Umar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hewan Ternak Liar Mati Mendadak, Diduga akibat Perubahan Iklim", Hewan Ternak Liar Mati Mendadak, Diduga akibat Perubahan Iklim

Let's block ads! (Why?)



Feed From"{pertanian}" - Google Berita
Hewan Mati Mendadak, Dinas Pertanian dan Peternakan Identifikasi, Diduga akibat Perubahan Iklim - Pos Kupang Hewan Mati Mendadak, Dinas Pertanian dan Peternakan Identifikasi, Diduga akibat Perubahan Iklim - Pos Kupang Reviewed by eela on May 01, 2019 Rating: 5

9 Fakta Unik Bhutan, Negara Terakhir yang Mulai Menggunakan Televisi

April 30, 2019
April 30, 2019 at 07:45PM Feed Digital:

TRIBUNNEWS.COM - Fakta unik negara Bhutan yang jarang diketahui oleh banyak orang, termasuk adanya perawatan kesehatan gratis hingga tidak adanya tuna wisma disana.

Negara yang terletak di antara India dan China ini ditutup untuk para turis hingga 1974.

Meski sempat ditutup namun kini wisatawan bisa mengunjungi Bhutan dan harus siap dengan banyaknya peraturan yang mereka tetapkan.

Walaupun sudah mulai terbuka dan menerima kunjungan wisatawan, namun Raja Bhutan masih berusaha membatasi jumlah wisatawan menggunakan banyak metode berbeda.

Dilansir dari Bright Side, ada 9 fakta unik dari Bhutan yang jarang diketahui.

1. Bhutan tidak memiliki internet dan TV

Di Bhutan, TV dan internet secara resmi dilarang hingga 1999.

Karena tidak ingin membuat warganya merasa terisolasi, akhirnya Raja memutuskan untuk membatalkan peraturan ini.

Dalam hal ini, Bhutan adalah negara terakhir di dunia yang mulai menggunakan televisi.

HALAMAN SELANJUTNYA >>>>>

Let's block ads! (Why?)



Tribunnews.com
9 Fakta Unik Bhutan, Negara Terakhir yang Mulai Menggunakan Televisi 9 Fakta Unik Bhutan, Negara Terakhir yang Mulai Menggunakan Televisi Reviewed by eela on April 30, 2019 Rating: 5

FOTO: Mengintip Indonesia Lewat 'Dunia dalam Berita' - CNN Indonesia

April 30, 2019
April 30, 2019 at 11:30AM

Terdapat sejumlah karya dari 10 perupa kontemporer kenamaan Indonesia yang bakal dipamerkan, termasuk Agus Suwage, FX Harsono, Heri Dono, I GAK Murniasih, I Nyoman Masriadi, Krisna Murti, Mella Jaarsma, S. Teddy D, Taring Padi, dan Tisna Sanjaya. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

Let's block ads! (Why?)



"{berita}" - Google Berita
FOTO: Mengintip Indonesia Lewat 'Dunia dalam Berita' - CNN Indonesia FOTO: Mengintip Indonesia Lewat 'Dunia dalam Berita' - CNN Indonesia Reviewed by eela on April 30, 2019 Rating: 5

Lorenzo Pede Raih Hasil Bagus di MotoGP Spanyol

April 30, 2019
April 30, 2019 at 07:35PM
Jakarta - Pebalap Repsol Honda Jorge Lorenzo mengaku sudah fokus ke MotoGP Spanyol sejak awal musim 2019. Lorenzo percaya diri akan meraih hasil bagus.

Lorenzo menjalani awal karier yang buruk bersama tim barunya itu. Dengan tes pramusim dingin yang minimal, pebalap Spanyol itu baru mengumpulkan tujuh poin setelah finis ke-13 di Qatar, ke-12 di Argentina, dan gagal finis di Amerika Serikat.

MotoGP akan memasuki seri Eropa yang dibuka di Jerez, Spanyol pada akhir pekan ini. Lorenzo memiliki rekor ciamik dengan memenangi tiga kali dan naik podium lima kali sejak debut di kelas primer pada 2008.


Bahkan ketika menjalani karier yang rumit di Ducati, Lorenzo mampu menuai hasil bagus di Jerez. Di 2017, Lorenzo berhasil finis ketiga, sedangkan setahun berikutnya dia berpotensi finis podium namun disenggol Dani Pedrosa sehingga terpaksa retired.
"Aku mencurahkan fokus ke balapan ini sejak awal musim," ungkap Lorenzo di Crash. "Dengan uji coba yang terbatas, kami sudah tahu seri-seri awal akan rumit."

"Jerez adalah salah satu sirkuit favoritku. Permukaannya biasanya punya daya cengkeram yang tinggi dan ini sangat cocok dengan gaya membalapku, tidak seperti lintasan-lintasan lain yang sudah kami lakoni."

"Aku yakin kami bisa mencapai sebuah hasil yang bagus dengan Repsol Honda setelah mempelajari banyak hal di seri-seri pembuka."

(rin/raw)

Let's block ads! (Why?)



from sport.detik
Lorenzo Pede Raih Hasil Bagus di MotoGP Spanyol Lorenzo Pede Raih Hasil Bagus di MotoGP Spanyol Reviewed by eela on April 30, 2019 Rating: 5

Mengenal Empat Destinasi Wisata Andalan Konawe Selatan - CNN Indonesia

April 30, 2019
Jakarta, CNN Indonesia -- Konawe Selatan adalah sebuah Kabupaten yang terletak di Propinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten Konawe Selatan memiliki perairan yang luas dan beberapa buah pulau kecil, dengan panorama yang indah.

Itu sebabnya mengapa kawasan perairan di Konawe Selatan, dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari selain untuk usaha perikanan laut.

Namun dari beberapa opsi destinasi wisata di Kabupaten Konawe Selatan, ada empat tempat yang dijadikan wisata andalan.

Kepala Dinas Parawisata Konawe Selatan, Subair, mengatakan pemerintah daerah, DPRD dan penggiat wisata bersinergi membenahi infrastruktur dan sarana pendukung lainnya agar menarik dikunjungi para pelancong.

"Empat destinasi wisata andalan Konawe Selatan, yakni Air Terjun Moramo, Pulau Hari, Taman Nasional Rawa Aopa dan Desa Wisata Namu eksotis bagi siapa saja yang berkunjung. Orang Konawe Selatan pun masih banyak yang belum berkunjung," kata Subair, seperti yang dikutip dari Antara, Selasa (30/4).

Selain peningkatan jalan menunju destinasi wisata dan sarana pendukung lainnya, Dinas Pariwisata Konawe Selatan juga bersinergi dengan penggiat sektor wisata untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pembangunan sektor wisata.

"Warga sekitar lokasi wisata harus dididik menjaga kebersihan, pola hidup yang baik, tata krama menerima tamu sehingga terjadi interaksi yang nyaman. Ini penting sehingga para pelancong terkesan dan memutuskan untuk berkunjung kembali," katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Konawe Selatan, Irham Kalenggo, mengatakan selain empat obyek wisata tersebut Konawe Selatan juga memiliki Pantai Senja dan Pulau Lara yang membutuhkan sentuhan penggiat wisata yang inovatif.

Ia mengajak pemerintah desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk memprogramkan pembenahan sarana pendukung lokasi wisata yang bersumber dari dana desa.

[Gambas:Video CNN] (agr)

Let's block ads! (Why?)



From "{Wisata}" - Google Berita
Mengenal Empat Destinasi Wisata Andalan Konawe Selatan - CNN Indonesia Mengenal Empat Destinasi Wisata Andalan Konawe Selatan - CNN Indonesia Reviewed by eela on April 30, 2019 Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.