Seo Services

Featured Posts

Olahraga
Seo Services

Kuwait Sibuk Adang Drone Iran yang Sasar Pangkalan Udara AS - CNN Indonesia

May 28, 2026
Kuwait Sibuk Adang Drone Iran yang Sasar Pangkalan Udara AS - CNN Indonesia Kuwait Sibuk Adang Drone Iran yang Sasar Pangkalan Udara AS - CNN Indonesia Reviewed by eela on May 28, 2026 Rating: 5

Program Hamil Jadi Perjuangan Emosional, 1 dari 6 Orang di Dunia Alami Infertilitas

May 28, 2026
May 28, 2026 at 11:50PM Feed Digital:
Ringkasan Berita:
  • Program hamil bukan sekadar medis, tetapi perjuangan emosional penuh harapan bagi banyak pasangan infertil di Indonesia.
  • Data WHO menunjukkan infertilitas dialami banyak orang, termasuk jutaan pasangan usia subur Indonesia saat ini.
  • Peningkatan pasien bayi tabung menunjukkan kesadaran masyarakat mencari bantuan medis semakin tinggi belakangan ini.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program hamil sering dianggap hanya soal medis. 

Padahal bagi banyak pasangan, perjalanan mendapatkan anak juga menjadi perjuangan emosional yang panjang, melelahkan, dan penuh ketidakpastian.

Masalah kesuburan atau infertilitas ternyata juga bukan kasus kecil. 

Jumlah pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan terus meningkat, termasuk di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan layanan fertilitas harus dipandang lebih luas, bukan sekadar mengobati masalah fisik.

Menurutnya, pasangan yang datang ke klinik fertilitas bukan hanya membawa masalah kesehatan, tetapi juga membawa harapan besar untuk memiliki anak.

“Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda; yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” ujar Dante dilansir dari website resmi, Selasa (26/5/2026).

Infertilitas Bukan Masalah Langka, Jutaan Pasangan Indonesia Mengalaminya

Masalah infertilitas ternyata dialami cukup banyak pasangan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025 menunjukkan sekitar 17,5 persen populasi dewasa dunia atau sekitar 1 dari 6 orang mengalami infertilitas.

Sementara di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 10–15 persen pasangan usia subur mengalami gangguan kesuburan.

Artinya, sekitar 4–6 juta pasangan dari total 39,8 juta pasangan usia subur di Indonesia berpotensi membutuhkan bantuan medis agar bisa memperoleh keturunan.

Baca juga: Bukan karena Program Hamil, Ini Alasan Luna Maya Hiatus dari Industri Film 

Angka tersebut menunjukkan bahwa infertilitas bukan kondisi yang jarang terjadi.

Banyak pasangan yang diam-diam berjuang menjalani pemeriksaan, terapi, hingga program kehamilan dalam waktu panjang.

Kenapa Masalah Fertilitas Jadi Perhatian Pemerintah?

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Program Hamil Jadi Perjuangan Emosional, 1 dari 6 Orang di Dunia Alami Infertilitas Program Hamil Jadi Perjuangan Emosional, 1 dari 6 Orang di Dunia Alami Infertilitas Reviewed by eela on May 28, 2026 Rating: 5

Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama, Istri Jakob Oetama Digelar Khidmat

May 27, 2026
May 28, 2026 at 02:36AM Feed Digital:
Ringkasan Berita:
  • Keluarga menggelar misa arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • Romo Dedo menyebut almarhumah sosok disiplin dan murah hati hingga usia 92 tahun.
  • Irwan Oetama mengenang kedisiplinan sang ibu mendidik anak-anak hidup mandiri sejak kecil.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga menggelar misa riquime atau misa arwah bagi Ibu Maria Bernadeth Latifah Oetama, istri almarhum Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (27/5/2026) malam.

Misa arwah dihadiri oleh keluarga, sahabat, kerabat dekat hingga para pelayat.

Pantauan Tribunnews di rumah duka, misa arwah Ibu Maria Bernadeth Latifah Oetama dimulai sekira pukul 18.30 WIB.

Misa dipimpin oleh Romo Dedomau Djatmiko da Gomez, SJ.

Suasana khidmat terasa saat misa dimulai. Lantunan lagu dan doa terdengar dipanjatkan untuk Ibu Maria Bernadeth Latifah Oetama.

Dalam homilinya, Romo Dedo yang memimpin jalannya misa menyampaikan refleksi mendalam mengenai keutamaan hidup almarhumah yang berpulang pada usia 92 tahun.

Romo Dedo mengungkapkan, Ibu Maria Bernadeth adalah sosok yang dianugerahi keseimbangan hidup yang luar biasa antara kedisiplinan yang tinggi dan kemurahan hati.

"Ibu ini memiliki disiplin yang sangat tinggi dan kemurahan hati. Balance (seimbang) itu menurut saya. Dan dia menjaga betul-betul kedua keutamaan yang dia miliki itu sampai akhirnya bisa bertahan hingga 92 tahun," ujar Romo Dedo.

Bagi Romo Dedo, perjalanan hidup almarhumah merupakan simbol dari perjuangan manusia yang sesungguhnya. 

Ia mengibaratkan Ibu Maria Bernadeth sebagai seorang prajurit tangguh yang membangun keluarganya dengan martabat penuh.

"Manusia dilahirkan untuk berjuang sampai dengan titik darah yang terakhir, dengan semua konsekuensinya. Ibu Maria Bernadeth kita adalah prajurit kita yang telah mengangkat tangannya dengan kepala tegak membangun keluarganya. Dan waktu kematian menyambutnya, dia tersenyum karena masih ada keluarga," ungkapnya.

Baca juga: Istri Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, Maria Bernadeth Latifah Oetama, Wafat

Usai misa arwah, putra sulung almarhumah, Irwan Oetama, memberikan sambutan yang menyentuh hati mewakili keluarga besar. 

Kepergian sang ibu meninggalkan duka sekaligus rasa syukur yang mendalam bagi kelima anak, tujuh cucu, dan lima cicit almarhumah.

Irwan mengungkapkan, sepeninggal sang ayah, Jakob Oetama pada tahun 2020 silam, kini anak-anak merasa benar-benar telah menjadi yatim piatu. 

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama, Istri Jakob Oetama Digelar Khidmat Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama, Istri Jakob Oetama Digelar Khidmat Reviewed by eela on May 27, 2026 Rating: 5

Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura-pura Ribut di Lokasi Demi Kecoh Polisi - detikNews

May 27, 2026
Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura-pura Ribut di Lokasi Demi Kecoh Polisi - detikNews Pembunuh Siswi SD di Makassar Pura-pura Ribut di Lokasi Demi Kecoh Polisi - detikNews Reviewed by eela on May 27, 2026 Rating: 5

Cetak Kader Global, Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon Gelar Pendidikan Kader NU untuk 320 Santri

May 26, 2026
May 27, 2026 at 02:04AM Feed Digital:

TRIBUNNEWS.COM - Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Jawa Barat, semakin memantapkan dirinya sebagai pusat utama pembinaan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang berdampak hingga ke panggung internasional. 

Tonggak itu kian kokoh setelah ponpes ini sukses menyelenggarakan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) bagi para santri kelas akhir.

Kegiatan ini menjadikan Bina Insan Mulia sebagai pesantren kedua yang dipercaya menyelenggarakan PD-PKPNU, setelah sebelumnya Pesantren Lirboyo Kediri. 

Sebanyak 320 santri kelas 12 dari jenjang SMA, SMK, dan MA turut ambil bagian dalam kegiatan angkatan ke-30 ini. Berlangsung tiga hari penuh, 22–24 Mei 2026, kegiatan dipusatkan di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 dan Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.

Koordinator PD-PKPNU, H. Amir Makruf, mengungkapkan bahwa alasan utama dipilihnya Bina Insan Mulia sebagai tuan rumah tak lepas dari fakta bahwa mayoritas lulusannya akan merantau ke mancanegara.

Baca juga: Gus Ipul Ajak Pengasuh Ponpes se-Madura Raya Sukseskan Program Prioritas Presiden Prabowo

"Sesuai arahan pengasuh pesantren, para santri lulusan Bina Insan Mulia diharapkan dapat langsung berkhidmah di PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) di negara tujuan masing-masing," kata Amir Makruf kepada Tribunnews.com lewat keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, Lc. MA., memaparkan bahwa jejak alumni pesantren ini telah tersebar di 16 negara, mulai dari Cina, Rusia, Jepang, Mesir, Maroko, Jerman, Tunisia, Taiwan, Australia, Prancis, Singapura, Pakistan, Korea, Malaysia, Turkiye, Jordan, hingga Oman. Mereka menempuh pendidikan tinggi di berbagai universitas kelas dunia, dari jenjang S1 hingga S3.

"Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 70 persen akan meneruskan studi ke luar negeri. Supaya mereka bisa langsung ikut menggerakkan PCINU di berbagai belahan dunia sebagai motor dakwah Islam moderat, maka PD-PKPNU kali ini menjadi penting," jelas Kiai Imjaz.

"Adapun bagi 30 persen lulusan yang hendak melanjutkan ke PTN dalam negeri, PD-PKPNU kali ini sangat berguna untuk membekali mereka menjadi benteng Aswaja An-Nahdliyah di kampus masing-masing dalam menghadapi pengaruh radikalisme dan ideologi transnasional," tambah beliau.

Menutup rangkaian kegiatan, Kiai Imjaz mengingatkan seluruh peserta agar teguh menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam empat dimensi kehidupan: amaliyah (ibadah), fikroh (pemikiran), harokah (gerakan), dan siyasiyah (politik).

Kegiatan ini diperkuat oleh tim instruktur dari tingkat nasional maupun lokal, terdiri dari Drs. H. Amir Makruf sebagai koordinator, serta Dr. H.A. Hilman Umar Bashori, Muh. Mahmudi Abduh, Muhammad Zimamul Adli, dan Masyhari, Lc, M.H.I sebagai anggota. Selama tiga hari, mereka berhasil menciptakan suasana belajar yang hidup, tertib, dan penuh semangat di kalangan peserta muda.

Kesan positif datang dari para peserta. Muhammad Imam Hasanudin dari SMK Unggulan Bina Insan Mulia mengaku wawasannya terbuka lebar tentang NU, peta ideologi dunia, dan dunia organisasi.

"Selain mendapat sertifikat, saya mendapat pengalaman istimewa. Suasana interaktif terbangun selama tiga hari, pematerinya inspiratif, dan membuka hal baru bagi anak muda," tambahnya.

Emyr Zurafa Nurkahfi dari Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional (MAUBI) menilai kegiatan ini tampil beda, baik dari sisi substansi maupun cara penyampaiannya. 

Baca juga: Kemenag Sebut Kebiasaan Menjalankan Ibadah Menjadikan Beragama Asyik & Menjadi Budaya dalam Ponpes

"Materinya sangat relevan dengan tantangan zaman, dan yang paling berkesan adalah semangat persaudaraan antarpeserta dan instruktur," ungkapnya.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Cetak Kader Global, Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon Gelar Pendidikan Kader NU untuk 320 Santri Cetak Kader Global, Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon Gelar Pendidikan Kader NU untuk 320 Santri Reviewed by eela on May 26, 2026 Rating: 5

Prabowo Akan Shalat Idul Adha di Perancis - Kompas.com

May 26, 2026
Prabowo Akan Shalat Idul Adha di Perancis - Kompas.com Prabowo Akan Shalat Idul Adha di Perancis - Kompas.com Reviewed by eela on May 26, 2026 Rating: 5

Pengakuan Netanyahu Susah Bujuk Trump soal Iran - detikNews

May 25, 2026
Pengakuan Netanyahu Susah Bujuk Trump soal Iran - detikNews Pengakuan Netanyahu Susah Bujuk Trump soal Iran - detikNews Reviewed by eela on May 25, 2026 Rating: 5

Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 47 Edisi Revisi: Cerita dari Masa ke Masa

May 25, 2026
May 26, 2026 at 01:21AM Feed Digital:

TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 47 bab 2.

Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 47, karangan Kusumawardhani Ardilla, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 yakni perbedaan Zaman Dulu VS Sekarang.

Perubahan dari zaman dahulu ke zaman sekarang membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis.

Meskipun zaman sudah modern, kita tetap perlu menjaga nilai-nilai positif dari masa lalu agar kehidupan menjadi lebih baik dan seimbang.

Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.

Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 47 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.

Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.

Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 47: Cerita dari Masa ke Masa

Cerita dari Masa ke Masa

Gambar kembali dengan caramu sendiri di buku tugas. Lalu, lengkapi jawaban dari pertanyaan berikut.

1. Mengapa perubahan sosial terus terjadi seiring berjalannya waktu?

Jawaban :

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 38 Edisi Revisi: Zaman Dulu VS Sekarang

Perubahan sosial terus terjadi karena kehidupan manusia selalu berkembang dan tidak pernah tetap sama dari waktu ke waktu. Salah satu penyebab utamanya adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Misalnya, dahulu orang berkomunikasi harus bertemu langsung atau mengirim surat, tetapi sekarang bisa menggunakan telepon genggam dan internet. Hal ini membuat cara hidup masyarakat ikut berubah.

Selain itu, kebutuhan manusia yang semakin banyak juga mendorong perubahan sosial. Masyarakat selalu mencari cara yang lebih mudah, cepat, dan efisien untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti dalam bekerja, belajar, dan berbelanja. Perubahan lingkungan, jumlah penduduk yang meningkat, serta masuknya budaya dari luar juga ikut mempengaruhi perubahan sosial di masyarakat.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 47 Edisi Revisi: Cerita dari Masa ke Masa Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 47 Edisi Revisi: Cerita dari Masa ke Masa Reviewed by eela on May 25, 2026 Rating: 5

Tanya Kabar Orangtua Berujung Dibunuh, Jasad Anggi Dilempar dari Jalan Tol di Yasmin Bogor

May 25, 2026
May 26, 2026 at 12:41AM Feed Digital:
Ringkasan Berita:
  • Polisi menangkap MF, pelaku pembunuhan Anggi yang jasadnya dibuang dari Tol BORR Bogor sebelumnya.
  • Pelaku mengaku sakit hati setelah korban menyinggung kondisi orangtuanya saat pertemuan mereka sebelumnya berlangsung.
  • Usai membunuh korban menggunakan dasi, pelaku membawa mobil serta uang korban menuju Garut untuk berlibur.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Polisi menangkap, MF (26) pelaku pembunuhan AAA (25) atau Anggi pada Sabtu (23/5/2026) lalu.

MF melempar jasad Anggi di Jalan KH Sholeh Iskandar Simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat dari atas Tol BORR.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan, motif pembunuhan ini adalah tersangka merasa sakit hati atas ucapan Anggi.

Ucapan itu dilontarkan saat pertemuan pertama kali pada tanggal 2 Mei 2026 lalu.

Keduanya adalah teman semasa SMK.

Kemudian sekian lama tidak berkomunikasi, tersangka menghubungi kembali melalui direct message (DM). 

“Dan pada tanggal 2 Mei 2026, keduanya bertemu di daerah Air Mancur,” kata Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan di Polresta Bogor Kota, Senin (25/5/2026).

Saat itu, Anggi menanyakan kepada tersangka kabar orangtuanya.

Tersangka mengaku sudah tidak punya orangtua. Kata Rio, tersangka merasa sakit hati dan akhirnya mengajak kembali bertemu pada Jumat (22/5/2026).

“Kemudian, karena sakit hati yang mendalam, 2 minggu kemudian si tersangka mengajak ketemu kepada korban, yaitu terjadi pada tanggal 22 Mei hari Jumat,” ujarnya.

Pada saat pertemuan kedua, korban tidak tahu bahwa tersangka sudah menyiapkan peralatan-peralatan untuk melakukan pembunuhan.

Kemudian tersangka memperlihatkan golok, lalu mengancam akan melakukan pembunuhan.

Saat itu tersangka memberikan penawaran jika mau berdamai, korban harus mengeluarkan sejumlah uang.

“Tersangka menyampaikan kalau mau damai ataupun mau aman, minta apa? Minta uang. Si korban tidak mau,” ujarnya.

Baca juga: Sidang Vonis Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN Akan Digelar 3 Juni 2026

Leher Anggi dijerat menggunakan dasi biru sampai pingsan di daerah Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Tanya Kabar Orangtua Berujung Dibunuh, Jasad Anggi Dilempar dari Jalan Tol di Yasmin Bogor Tanya Kabar Orangtua Berujung Dibunuh, Jasad Anggi Dilempar dari Jalan Tol di Yasmin Bogor Reviewed by eela on May 25, 2026 Rating: 5

Tawuran Dekat Stasiun Klender Dibubarkan, Petasan hingga Busur Disita - detikNews

May 24, 2026
Tawuran Dekat Stasiun Klender Dibubarkan, Petasan hingga Busur Disita - detikNews Tawuran Dekat Stasiun Klender Dibubarkan, Petasan hingga Busur Disita - detikNews Reviewed by eela on May 24, 2026 Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.