Sosok Fredy Pratama, Gembong Narkoba Beraset Puluhan Triliun Buruan Polri, Diduga Ubah Wajah
[unable to retrieve full-text content]
Tribunnews.com
Kumpulan artikel rss feed berita indonesia full

Sebuah hotel di Marrakesh milik superstar Portugal Cristiano Ronaldo tidak menawarkan perlindungan bagi para korban gempa bumi dahsyat di Maroko.
Wilayah pegunungan High Atlas dilanda gempa berkekuatan 6,8 skala Richter pada hari Jumat (8/9).
Lebih dari 2.000 nyawa melayang akibat bencana alam ini, dan lebih banyak lagi yang terluka atau masih hilang.
Lionel Messi termasuk di antara mereka yang menyampaikan belasungkawa kepada wilayah tersebut.
Ronaldo juga dilaporkan telah menyediakan hotel Pestana CR7 Marrakesh bagi mereka yang mencari perlindungan, namun pihak hotel telah mengonfirmasi bahwa hal tersebut tidak benar.
Dalam sebuah pernyataan kepada Liberation, juru bicara hotel mengatakan: “Ini adalah informasi palsu. Semua pelanggan yang kami miliki saat ini melakukan reservasi secara normal.”
Kawasan kota tua Marrakesh – yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO – terkena dampak gempa dahsyat.
Beberapa bangunan dan tembok runtuh, sementara gang-gang sempit menyulitkan korban luka untuk diantar ke tempat aman.
Alun-alun kota telah diubah menjadi tempat penampungan darurat sementara yang menampung makanan, air, dan tempat tidur.
Tim sepakbola nasional Maroko telah melakukan upaya mereka untuk membantu upaya penyelamatan, dengan para pemain menyumbangkan darah untuk membantu mendukung para korban.

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu nama yang masuk bursa Calon Wakil Presiden. Setelah Ganjar Pranowo, kini Ridwan Kamil justru disebut-sebut sebagai kandidat Cawapres Prabowo.
Sementara, di tengah kesuksesan pasangan suami istri Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, ternyata ada juga lho bisnis mereka yang enggak survive, alias gulung tikar. Selengkapnya dalam program Evening Up CNBC Indonesia (Senin, 11/09/2023) berikut ini.

Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, mengomentari kejadian pakar hukum tata negara sekaligus pengamat politik Refly Harun terkena lemparan botol air mineral saat acara diskusi bersama akademisi Rocky Gerung di Kopi Nuri, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Menurut Jodi, kejadian yang menimpa Refly merupakan gambaran dari kebebasan berekspresi. Jodi pun bercerita Luhut sempat diteriaki dan hingga dilempari kayu saat mengikuti sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa aktivis Haris Azhar di PN Jakarta Timur.
"Saat rombongan Pak Luhut diteriaki hingga dilempari kayu dan mobilnya pun sempat dikejar, itu adalah gambaran eksplisit dari 'freedom of expression' yang mereka idamkan," ujar Jodi kepada CNNIndonesia.com, Minggu (10/9).
Ia pun menyebut kejadian tersebut bisa menjadi refleksi bagi Refly dan Rocky, apakah kebebasan seperti itu yang mereka idamkan.
"Mungkin inilah saatnya bagi mereka untuk merenungi kembali apakah ini sebenarnya kebebasan berpendapat yang mereka inginkan?" ucapnya.
Diberitakan, Refly terkena lemparan botol air mineral dari massa yang menolak kehadirannya acara diskusi bersama akademisi Rocky Gerung di Kopi Nuri, Yogyakarta.
Mulanya, Rocky santai menanggapi protes massa dengan celetukan-celetukannya. Ia bahkan mempersilakan mereka mendekati mimbar.
Sampai akhirnya salah seorang dari massa melempar sebuah botol air mineral ke arah mimbar dan mengenai Refly yang duduk di sebelah Rocky.
"Pak polisi, saya protes. Karena saya dilempar dan kena leher saya," kata Refly yang tiba-tiba beranjak dari kursinya usai terkena lemparan botol. Refly lalu meminta polisi mengamankan orang yang melemparnya dengan botol.
Narasumber lain seperti Saut Situmorang dan peserta acara yang kebanyakan merupakan mahasiswa menyerukan hal yang sama.
"Ini barang buktinya. Pak polisi yang melempar tadi diambil, itu jelas, pak polisi ambil dia. Kalau enggak nanti kita lapor Kapolri nanti," kata Saut.
"Nanti yang punya video, ada saksinya. Dia lempar dan kena leher saya. Coba bayangkan kalau [kena] kacamata saya? Tolong-tolong, ini negara hukum. Kita tidak main kekerasan, boleh protes," ucap Refly.
Acara pun kembali berlanjut. Selepas acara, Rocky dan Refly menyesalkan insiden pelemparan botol di tengah acara. Refly akan mempertimbangkan untuk melaporkan insiden itu ke polisi.
"Saya kira nanti kita akan pertimbangkan, ya. Karena, kan, tadi kita tidak tahu siapa yang melakukan pelemparan, kecuali kita ada bukti. Tapi mestinya pak polisi tahu. Saya, kan, orang yang tidak mau merepotkan orang lain sesungguhnya," kata Refly.
(mrh/tsa)[Gambas:Video CNN]