Seo Services
Seo Services

Terdampak Pandemi, Warga Johar Baru Ini Berniat Olah Bantuan Gerakan Berbagi untuk Sambung Hidup

August 01, 2021
August 02, 2021 at 12:50AM Feed Digital:

Laporan wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Berbagi Untuk Warga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (1/8/2021).

Sebagian dari warga yang mendapatkan bantuan dalam bentuk sembako tersebut merupakan janda tua dan warga yang kehilangan pekerjaan.

Ketua RT 13, RW 02, Kelurahan Johar Baru, Ahmad Taufik mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warganya.

Menurutnya banyak warganya yang harus berhenti berjualan karena pandemi Covid-19.

"Bantuan ini sangat diperlukan beberapa pedagang kecil di sini yang berjualan di depan harus berhenti karena terdampak pandemi.

Baca juga: Mahasiswa Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Optimisme Melawan Covid-19

Atas nama pengurus kami mengucapkan terima kasih kepada gerakan berbagi untuk warga semoga dapat membantu masyarakat penerima dan juga dapat berkelanjutan," katanya.

Seorang warga bernama Nurjanah mengaku kehidupan cukup sulit saat pandemi Covid-19.

Pemasukannya dari berjualan makanan olahan seperti lontong dan bakwan menurun drastis.

"Pada saat puasa membuat lontong, saya walau pakai tongkat tapi tetap semangat soalnya enggak betah diem orangnya. Puasa semenjak pandemi hanya sedikit permintaan biasanya saya dapet puluhan sebelum bulan puasa, tapi setelah pandemi hanya lima perhari," katanya.

Nurjanah mengaku senang dengan bantuan tersebut.

Baca juga: Sasar Zona Hitam Covid-19, BIN Gelar Vaksinasi Massal di Pesantren dan Door to Door di 3 Provinsi

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Terdampak Pandemi, Warga Johar Baru Ini Berniat Olah Bantuan Gerakan Berbagi untuk Sambung Hidup Terdampak Pandemi, Warga Johar Baru Ini Berniat Olah Bantuan Gerakan Berbagi untuk Sambung Hidup Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Respons Menteri PPPA Soal Perlindungan Terhadap Anak yang Kehilangan Orangtua Karena Covid-19

August 01, 2021
August 02, 2021 at 12:44AM Feed Digital:

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak anak yang menjadi yatim piatu karena orangtuanya meninggal dunia kaibita terpapar Covid-19.

Seperti yang terjadi di Kutai Barat, seorang anak berusia 10 tahun harus menjalani isolasi mandiri seorang diri karena ayah dan ibunya meninggal dunia akibat Covid-19.

Begitu juga di Madiun, tiga bocah bersaudara harus hidup tanpa kasih sayang orangtua karena ayah dan ibunya meninggal.

Merespon hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memastikan pemerintah akan menjamin pengasuhan terhadap anak yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19.

Ia mengatakan tumbuh kembang anak perlu mendapat perhatian serius baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial.

Baca juga: Kasus Harian Corona Indonesia 1 Agustus 2021 Jadi Peringkat 2 Tertinggi di Dunia, Tambah 30.738

“Kami terus memantau perkembangan anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19. Kami akan pastikan anak-anak itu tetap terlindungi dan hak-haknya dapat terpenuhi,” kata Bintang Puspayoga, Sabtu (31/07/2021).

Bintang mengatakan Gugus Tugas Covid-19 telah mengeluarkan protokol penanganan anak yang yatim piatu akibat orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Diharapkan keluarga dapat mengambil alih tanggung jawab hak pengasuhan anak tersebut.

Kementerian PPPA juga akan melakukan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan perlindungan terhadap anak yang ditinggal orang tuanya akibat Covid-19.

Baca juga: Zikir dan Doa Kebangsaan, Jokowi: Semoga Kita Mencapai Kemenangan Melawan Pandemi Covid-19

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Respons Menteri PPPA Soal Perlindungan Terhadap Anak yang Kehilangan Orangtua Karena Covid-19 Respons Menteri PPPA Soal Perlindungan Terhadap Anak yang Kehilangan Orangtua Karena Covid-19 Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Politikus Nasdem Sebut Generasi Z Jadi Lebih Percaya Diri Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

August 01, 2021
August 01, 2021 at 11:55PM Feed Digital:

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan remaja berduyun-duyun mendatangi sentra vaksinasi di PTC Mall (Pulogadung Trade Centre) Cakung, Jakarta Timur untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, Minggu (1/8/2021).

Hari ini merupakan hari terakhir vaksinasi dosis pertama yang digelar Partai NasDem.

Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial Nasdem Lathifa Al Anshori melihat bagaimana raut wajah generasi Z begitu senang dan melompat kegirangan setelah menjalani vaksinasi Covid-19.

"Remaja-remaja saya lihat pada lompat girang waktu dapat lembar vaksinnya,” kata Lathifa kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Tak puas hanya melihat, Lathifa langsung mengajak bicara remaja-remaja Generasi Z yang datang untuk divaksin.

"Mereka sudah bisa lebih pede (percaya Diri) sekarang (usai divaksin)," lanjut dia.

Baca juga: Mahasiswa Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Optimisme Melawan Covid-19

Meskipun sudah divaksin, Ketua DPP Partai NasDem ini berpesan kepada warga yang telah selesai diobservasi dan diberikan kartu vaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Jangan lupa kembali kemari untuk suntikan kedua,” ujar Lathifa.

Diketahui, Sentra Vaksinasi Nasdem Peduli membuka layanan vaksinasi dosis pertama dan kedua bagi masyarakat.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Politikus Nasdem Sebut Generasi Z Jadi Lebih Percaya Diri Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Politikus Nasdem Sebut Generasi Z Jadi Lebih Percaya Diri Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Penjelasan BKN soal Kabar Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2021 Diumumkan Lebih Cepat dari Waktunya - Kompas.com - KOMPAS.com

August 01, 2021

KOMPAS.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan penjelasan terkait kabar mengenai hasil seleksi administrasi CPNS 2021 yang diumumkan sebelum waktunya.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan sebagian instansi telah mengumumkan hasil seleksi administrasi CPNS 2021.

Seorang warganet melalui unggahannya di grup Faebook menyatakan bahwa instansi yang ia lamar, yakni Pemkab Sukoharjo, telah merilis hasil seleksi administrasi.

Kepada Kompas.com, Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN Paryono mengaku sempat mencari informasi soal hasil seleksi administrasi CPNS 2021 di Pemkab Sukoharjo melalui laman resminya.

Baca juga: Rincian Passing Grade atau Nilai Ambang Batas SKD CPNS 2021

Namun, ia tak menemukan informasi apa pun yang mengarah pada pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2021.

"Yang pengumuman hasil seleksi administrasi ada enggak? Coba cari link-nya, aku cari kok gak nemu," tuturnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (1/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, lanjut dia, jika benar sudah diumumkan, hasilnya juga akan diinformasikan di laman masing-masing instansi, selain melalui laman SSCASN.

Paryono mengimbau agar para peserta CPNS 2021 bersabar menunggu pengumuman secara resmi yang akan dirilis oleh masing-masing instansi.

Baca juga: Nilai Ambang Batas TKP CPNS 2021 Naik, Apa Alasannya?

Diumumkan besok

Sesuai jadwal dari BKN, pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2021 akan mulai dilakukan besok, Senin (2/8/2021).

"Tunggu saja pengumuman hasil seleksi administrasi kan tanggal 2-3 Agustus 2021. Kemungkinan kalau yang belum mengumumkan tanggal 2, ya pengumuman dilakukan tanggal 3. Jadi 2 hari itu untuk pengumuman," ucapnya.

Lebih lanjut, hingga detik ini, Paryono juga memastikan bahwa tidak ada perubahan waktu terkait pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2021.

Baca juga: Kapan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2021 dan Pelaksanaan SKD?

Akan tetapi, kepastian itu tidak berlaku bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Papua dan Papua Barat.

"Tidak (memajukan/mengundurkan pengumuman administrasi). Kecuali yang PPPK Guru Papua dan Papua Barat ya, belum tahu sampai kapan pendaftaran dan pengumuman seleksi administrasi karena kemarin sempat diundur," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang warganet membagikan informasi yang menyebutkan sebagian instansi telah mengumumkan hasil seleksi administrasi CPNS 2021.

Baca juga: Seleksi Administrasi CPNS 2021, Apa Saja yang Diverifikasi?

Keterangan unggahan

Akun Facebook berinisial KSS mengunggah informasi itu di grup Info CPNS dan PPPK, pada Sabtu (31/7/2021) pukul 20.22 WIB.

Ia membagikan tangkapan layar hasil seleksi administrasi dengan keterangan tidak lulus. Alasannya karena belum memenuhi persyaratan administrasi instansi yang dilamar.

Dijelaskan pula syarat administrasi apa saja yang tidak terpenuhi, sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh verifikator.

Selain itu, tertera waktu sanggah yang dapat diajukan pelamar, yakni hingga 7 Agustus 2021 pukul 23.59.

"Cek akun kamu, sebagian instansi sudah ada yang menampilkan hasil seleksi administrasi, sebelum keburu ditutup lagi (So sad kalau bgni) (CPNS Pemkab Sukoharjo)," tulis akun KSS dalam unggahannya.

Baca juga: Sering Salah Arti, Ini Beda antara PNS dan ASN

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Nilai Ambang Batas SKD CPNS 2021

Adblock test (Why?)



Artikel populer - Google Berita
Penjelasan BKN soal Kabar Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2021 Diumumkan Lebih Cepat dari Waktunya - Kompas.com - KOMPAS.com Penjelasan BKN soal Kabar Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2021 Diumumkan Lebih Cepat dari Waktunya - Kompas.com - KOMPAS.com Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Anies Lampaui Target Jokowi, Klaim 7,5 Juta Warga Sudah Divaksin Covid-19 di Jakarta - Kompas TV

August 01, 2021
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku pihaknya telah melakukan vaksinasi dosis pertama kepada 7,5 juta orang hingga Sabtu (31/7/2021). 

Anies menuturkan, Jakarta sukses melampaui target vaksinasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum akhir Agustus 2021.

Seperti diketahui, menurut Anies, pada 14 Juni 2021 lalu, Jokowi telah memberikan target 7,5 juta vaksinasi dosis pertama di Jakarta yang harus tuntas akhir Agustuss

"Pada 31 Juli kami laporkan target tersebut telah tercapai, 7,5 juta vaksin dosis pertama dan 2,5 juta vaksin dosis kedua telah diberikan di Jakarta. Alhamdulillah ini artinya kita lebih cepat satu bulan dari target jadwal yang ditetapkan," kata Anies dalam keterangan video yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021). 

Menurut penjelasannya, dari 7,5 juta dosis pertama vaksin di ibu kota, 4,5 juta lebih adalah warga dengan KTP DKI Jakarta. Sementara sisanya, yakni sekitar 3 juta merupakan warga ber-KTP luar Jakarta.

"Yang terbanyak tentu yang dari sekitar Jakarta, misalnya ada sekitar 1,3 juta warga ber-KTP Jawa Barat dan ada sekitar 500 ribu warga ber-KTP Banten yang divaksin di Jakarta," jelasnya. 

Anies menambahkan, sebagian besar dari warga ber-KTP luar Jakarta yang divaksin Covid-19 adalah petugas pelayanan publik yang bekerja di ibu kota. Jumlahnya sekitar 1,6 juta orang. 

"Lalu sisanya merupakan warga ber-KTP non Jakarta namun berdomisili, bersekolah atau bekerja di Jakarta, atau memang tinggal di Jakarta namun ikut vaksin di tempat ini," ucap Anies.

Baca Juga: Kabar Baik dari Anies Baswedan Untuk Warga DKI Jakarta, Tren Kasus Aktif Covid Turun

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, pihanya tidak melakukan pembatasan pada domisili penerima vaksin.

Adblock test (Why?)



Artikel populer - Google Berita
Anies Lampaui Target Jokowi, Klaim 7,5 Juta Warga Sudah Divaksin Covid-19 di Jakarta - Kompas TV Anies Lampaui Target Jokowi, Klaim 7,5 Juta Warga Sudah Divaksin Covid-19 di Jakarta - Kompas TV Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Ucapkan Terima Kasih Kepada Tokoh Lintas Agama, Jokowi: Pandemi Belum Berakhir

August 01, 2021
August 01, 2021 at 11:35PM Feed Digital:

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferryal Immanuel

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi kepada seluruh ulama dan tokoh lintas agama karena telah membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai upaya bantuan dan juga dukungan dari ulama, dari pemuka agama, mubaligh, yang selalu mengajak umatnya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," kata Jokowi dalam acara zikir dan doa kebangsaan 76 tahun Indonesia Merdeka, secara virtual melalui sekretariat Presiden, Minggu (1/8/2021).

Jokowi pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh lintas agama yang membantu dalam proses percepatan vaksinasi serta mendampingi seluruh umat di tengah situasi sulit saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengajak agar seluruh elemen bangsa dan tokoh lintas agama, bersama-sama berdoa agar pandemi Covid-19 di Indonesia segera berakhir.

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan dan merapatkan barisan, bahu-membahu melakukan ikhtiar lahir maupun batin bersama melawan pandemi Covid-19," kata Jokowi.

Presiden dan Wakil Presiden Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan

Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan memperingati 76 Tahun Indonesia Merdeka secara daring, Minggu (1/8/2021).

Acara tersebut dihadiri juga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ulama Habib Lutfi Bin Yahya.

Dalam sambutannya Presiden mengatakan kemerdekaan Indonesia merupakan buah perjuangan dari para syuhada dan semangat persatuan dan kebersamaan dari seluruh anak bangsa tanpa mengenal perbedaan suku agama dan juga golongan.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Ucapkan Terima Kasih Kepada Tokoh Lintas Agama, Jokowi: Pandemi Belum Berakhir Ucapkan Terima Kasih Kepada Tokoh Lintas Agama, Jokowi: Pandemi Belum Berakhir Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Tinjau Vaksinasi Santri di Tangsel, Kepala BIN: Pondok Pesantren Ujung Tombak Ketahanan NKRI

August 01, 2021
August 01, 2021 at 11:19PM Feed Digital:

Laporan wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren Ummul Qura, Jalan Pondok Cabe Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (1/8/2021).

Vaksinasi untuk para santri tersebut dilakukan dalam rangka percepatan pemberian vaksin untuk pelajar seperti yang dicanangkan pemerintah.

Budi Gunawan mengungkap tujuan vaksinasi menyasar pondok pesantren.

"Pondok pesantren merupakan ujung tombak ketahanan kita, karena di sinilah para generasi muda dididik untuk aspek religius, kemudian nasionalis, dan toleran," ujar Budi Gunawan dalam tinjauannya.

"Ketahanan NKRI kita ada di sini, sehingga ini menjadi prioritas kita," lanjut dia dia.

Budi Gunawan menjelaskan, total 7.000 dosis vaksin Covid-19 disiapkan untuk menyasar masyarakat di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

"Hari ini kami masuk di beberapa titik di provinsi Banten, yaitu di Tangerang kemudian juga di Pandeglang. Kemudian di Bekasi juga ada tiga titik pondok pesantren. Termasuk di Jawa Timur, ada lima pondok pesantren yang kita datangi untuk melakukan program itu" ucapnya.

Baca juga: 1.400 Nakes Gugur, IDI Kerjasama dengan Kemnaker Tanggulangi Risiko Nakes Terpapar Covid-19

Lebih lanjut, Budi Gunawan juga mengungkap alasan dipilihnya ketiga wilayah tersebut.

Menurut dia, tiga lokasi vaksinasi tersebut berada di kawasan zona hitam penyebaran Covid-19.

"Spot-spot ini kita pilih karena lonjakan angka positif ratenya cukup tinggi dan sudah menjadi zona hitam. Sehingga kami masuk di tiga titik tersebut," kata Budi Gunawan.

Dalam kesempatan sama, Pimpinan Ponpes Ummul Qura, KH Syarif Rahmat mengucapkan terima kasih terhadap BIN.

Baca juga: Sebaran 30.738 Kasus Covid di RI: Jawa Tengah Terbanyak, Disusul Jawa Timur, Jabar, dan DKI Jakarta

Dia berharap, semua pihak saling bahu-membahu berperang melawan virus corona.

"Saya berharap kepada saudara-saudara saya para kyai, para ulama, para guru dan seluruh pendidik, masyarakat, untuk bahu membahu tolong menolong dan menyampaikan bahwa saatnya kita berperang. Tidak boleh berbeda pendapat," ujar Syarif.

Selain meninjau vaksinasi di Ponpes tersebut, Budi Gunawan juga meninjau vaksinasi door to door di lokasi sekitar serta memberikan bantuan sosial berupa paket sembako untuk warga sekitar.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Tinjau Vaksinasi Santri di Tangsel, Kepala BIN: Pondok Pesantren Ujung Tombak Ketahanan NKRI Tinjau Vaksinasi Santri di Tangsel, Kepala BIN: Pondok Pesantren Ujung Tombak Ketahanan NKRI Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Mahasiswa Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Optimisme Melawan Covid-19

August 01, 2021
August 01, 2021 at 11:19PM Feed Digital:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seluruh pengurus wilayah dan cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) se-Indonesia diminta mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol optimisme negara dalam melawan pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar SEMMI, Bintang Wahyu Saputra.

Menurut Bintang, mengibarkan bendera merah putih sebagai bentuk optimisme bagi seluruh masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19.

"Saya menginstruksikan pengurus SEMMI seluruh Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih di depan sekretariat masing-masing, dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengibarkan bendera merah putih didepan rumah masing masing selama bulan Agustus ini," ujar Bintang, dalam keterangannya, Minggu (1/8).

Pengibaran bendera merah putih pun perlu dilakukan menyambut bulan Agustus yakni bulan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Zikir dan Doa Kebangsaan, Jokowi: Semoga Kita Mencapai Kemenangan Melawan Pandemi Covid-19

"Kita tidak boleh kalah oleh virus dan keadaan saat ini, seluruh elemen bangsa harus bahu membantu untuk membumi hanguskan virus ini dari Indonesia, dan membawa negara kita menang melawan Pandemi ini secepatnya" ujar Bintang.

Bintang mengatakan, sudah kewajiban juga bagi seluruh masyarakat Indonesia yang berpegang teguh terhadap Pancasila untuk saling membantu sesama dan pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan mendukung dan menjalankan seluruh kebijakan pemerintah.

Baca juga: Selain Harimau, Hewan Ini Bisa Positif Covid-19, Ada Kucing, Anjing hingga Primata

"Yang paling penting itu ialah kita harus mendukung kebijakan pemerintah menyukseskan pelaksanaan PPKM agar tidak terulang dan vaksinasi" ujarnya.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Mahasiswa Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Optimisme Melawan Covid-19 Mahasiswa Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Optimisme Melawan Covid-19 Reviewed by eela on August 01, 2021 Rating: 5

Cegah Kecelakaan Kerja, Kemnaker Terjunkan Pengawas untuk Supervisi Penggunaan ISO Tank

July 31, 2021
August 01, 2021 at 11:02AM Feed Digital:

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kemudahan dalam penggunaan ISO Tank untuk membantu mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri.

Kemnaker menginstruksikan Pengawas Ketenagakerjaan, baik yang ada di pusat maupun di daerah, untuk melakukan supervisi terhadap pengoperasian ISO Tank.

Baca juga: Dukung Kelancaran Distribusi Oksigen, Kemnaker Kerahkan Pengawas Ketenagakerjaan Supervisi ISO Tank

Hal ini untuk memastikan pendistribusian oksigen ke berbagai tempat berjalan aman dan lancar.

Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang mengatakan saat ini ketersediaan oksigen menjadi kebutuhan vital bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Untuk itu, diperlukan juga pengawasan yang maksimal terhadap pengoperasian ISO Tank, mengingat ISO Tank merupakan sarana utama pendistribusian oksigen tersebut.

Baca juga: Rusia Rilis Orion-E, Drone Maut Penghancur Tank dan Ranpur Lapis Baja

“Supervisi ini diperlukan sebagai upaya memastikan penyediaan dan pendistribusian oksigen berjalan dengan aman dan nyaman,” katanya di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Kemnaker memberikan kemudahan dalam penggunaan ISO Tank secara aman dan selamat untuk mendukung percepatan tersedianya oksigen untuk penanganan COVID-19 yang saat ini dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Roy Suryo dan Lucky Alamsyah Sepakat Berdamai, Kini Sama-sama Pakai Panggilan Sahabat

Melalui supervisi ini, Haiyani berharap pendistribusian oksigen dapat lebih cepat, aman, dan berkualitas.

Supervisi terhadap ISO Tank ini adalah salah satu implementasi dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Tujuannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

“Kami juga meminta perusahaan ataupun instansi yang mengoperasikan ISO Tank ini untuk benar-benar memperhatikan aspek K3. Sehingga tidak ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan oksigen saat ini,” ujarnya.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Cegah Kecelakaan Kerja, Kemnaker Terjunkan Pengawas untuk Supervisi Penggunaan ISO Tank Cegah Kecelakaan Kerja, Kemnaker Terjunkan Pengawas untuk Supervisi Penggunaan ISO Tank Reviewed by eela on July 31, 2021 Rating: 5

Penanganan Limbah Medis Covid-19 Tidak Boleh Dianggap Sepele, Harus Dikerjakan Cepat, Aman dan Efisien

July 31, 2021
August 01, 2021 at 11:02AM Feed Digital:

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, menyoroti penanganan limbah medis Covid-19 yang belum maksimal.

Menurutnya, limbah medis atau infeksius yang termasuk B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), akan menjadi sumber penularan baru Covid-19 jika tidak dikelola dengan baik.

"Penanganan limbah medis Covid-19 tidak boleh dianggap sepele. Harus dikerjakan cepat, aman dan efisien sebagai bagian penting dari upaya mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan penyakit lainnya," ucap LaNyalla melalui keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Berdasarkan catatan pemerintah, terdapat sekitar 18.460 ton limbah medis per 27 Juli 2021.

Limbah tersebut berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari Rumah Sakit, Puskesmas, RS Darurat Covid-19, Wisma Isolasi, tempat karantina mandiri, hingga uji deteksi maupun vaksinasi.

Limbah itu antara lain berupa pakaian medis, sarung tangan, face shield, Hazmat, Alat Pelindung Diri, infus bekas, masker, botol vaksin, jarum suntik, alat PCR, antigen, dan alkohol pembersih swab.

Baca juga: Luhut Ungkap Limbah Medis Covid-19 Capai 18 Juta Ton: Sangat Membahayakan, Kita Butuh Kerja Cepat

"Saya dengar pemerintah menyiapkan dana Rp 1,3 triliun untuk pengelolaan limbah B3 medis tersebut. Dengan dana sebesar itu penanganannya harus lebih sistematis dan tepat," ujarnya.

Pada masa pandemi, produksi limbah medis sebanyak 383 ton per hari.

Sampai saat ini, baru 4,1 persen rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas pembakaran limbah medis B3 atau insinerator yang berizin.

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com
Penanganan Limbah Medis Covid-19 Tidak Boleh Dianggap Sepele, Harus Dikerjakan Cepat, Aman dan Efisien Penanganan Limbah Medis Covid-19 Tidak Boleh Dianggap Sepele, Harus Dikerjakan Cepat, Aman dan Efisien Reviewed by eela on July 31, 2021 Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.