Seo Services
Seo Services

Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak? 

Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak?  - Hallo pembaca Feed Digital Indonesia, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak? , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi di dalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Feed Media ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul postingan RSS Feed : Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak? 
link : Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak? 

Baca juga


Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak? 

January 05, 2026 at 07:49AM Feed Digital:
Ringkasan Berita:
  • Ramai penularan influenza A (H3N2) Subclade K atau super flu yang sedang ramai.
  • Gejalanya disebut mirip Covid-19. 
  • Benarkah lebih parah?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sedang ramai flu yang disebut super flu akhir-akhir ini. Gejalanya mirip Covid-19.

Super flu bahkan sudah sampai di Indonesia.

Baca juga: Super Flu Subclade K Mayoritas Dialami Anak-anak, Ini Imbauan Ketua IDAI

Lantas, apa bedanya Super Flu dan Covid-19?  

Kasus di Indonesia 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebutkan bahwa super flu yang disebut sebagai Influenza A (H3N2) subclade K sudah terdeteksi di Indonesia.

Baca juga: Ramai soal Super Flu Subclade K, Kemenkes  Jelaskan Situasi Global, Asia dan Indonesia

Flu jenis ini sebelumnya meluas di Amerika Serikat, seiring datangnya musim dingin.

Kemenkes menyebut, ada 62 kasus yang tersebar di 8 provinsi sejak Agustus – Desember 2025.

Dari 62 kasus yang ada, influenza A (H3N2) mayoritas dialami anak-anak.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman menyebut, virus super flu ini sudah tersebar di 8 provinsi.

Baca juga: Sebaran Kasus Super Flu Subclade K di Indonesia, Awal Terdeteksi di Jawa Tengah

Kemenkes mencatat, kasus subclade K mulai terdeteksi pada Agustus 2025.

SEBARAN SUPER FLU - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) membeberkan sebaran kasus super flu subclade K di Indonesia.
SEBARAN SUPER FLU - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) membeberkan sebaran kasus super flu subclade K di Indonesia. (ist/Kemenkes RI)

"Tersebar di 8 provinsi dengan provinsi terbanyak: Jawa Timur. Kasus paling awal ada di Jawa Tengah," kata Aji kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

Berikut sebaran subclade K di Indonesia:

  • 1. Jawa Timur 23 kasus
  • 2. Kalimantan Selatan 18 kasus
  • 3. Jawa Barat 10 kasus
  • 4. Sumatera Selatan 5 kasus
  • 5. Sumatera Utara 3 kasus
  • 6. Jawa Tengah 1 kasus
  • 7. D.I.Yogyakarta 1 kasus
  • 8. Sulawesi Utara 1 kasus

Ditegaskan Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. 

Adblock test (Why?)



Tribunnews.com


Demikianlah Artikel Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak? 

Sekianlah artikel Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak?  kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di RSS postingan selanjutnya.

Anda sekarang membaca artikel Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak?  dengan alamat link https://subscribe-id.blogspot.com/2026/01/ramai-super-flu-gejala-disebut-mirip.html
Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak?  Ramai Super Flu, Gejala Disebut Mirip Covid-19, Lebih Bahaya atau Tidak?  Reviewed by eela on January 04, 2026 Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.