Judul postingan RSS Feed : Perempuan Jadi Otak Pencurian Ternak Sapi Milik Suami, Hasilnya untuk Bayar Utang dan Beli Skincare
link : Perempuan Jadi Otak Pencurian Ternak Sapi Milik Suami, Hasilnya untuk Bayar Utang dan Beli Skincare
Perempuan Jadi Otak Pencurian Ternak Sapi Milik Suami, Hasilnya untuk Bayar Utang dan Beli Skincare
September 05, 2021 at 09:50AM Feed Digital:
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG TENGAH – S, seorang perempuan di Lampung Tengah ditangkap polisi setelah mendalangi pencurian ternak sapi milik suaminya sendiri.
Tidak sendiri, S melakukan aksinya itu dibantu oleh rekannya P yang hingga kini masih buron.
Sapi hasil curian tersebut kemudian dijual ke Kecamatan Seputih Surabaya seharga Rp 9 juta.
Hasil mencuri ternak sapi tersebut dibagi oleh pelaku P dan sisanya dibelikan produk skincare.
"Saya meminjam uang kepada pelaku P Rp 500 ribu, karena menunda pembayarannya utang jadi Rp 1,5 juta. Setelah itu, uang bagian penjualan sapi dibagi ke P Rp 4 juta," jelas pelaku, Sabtu (4/9/2021) kemarin.
Setelah itu, uang sisa penjualan sapi tersebut kembali dibayarkan utang oleh pelaku kepada rekannya yang lain Rp 3 juta.
"Sisa yang yang saya dapat setelah dibagi dari hasil menjual sapi Rp 500 ribu. Itu sudah habis saya belikan skincare," jelasnya.
Polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor Yamaha Force warna biru putih yang digunakan pelaku saat merencanakan aksi pencurian sapi di rumahnya.
Baca juga: Viral Video Aksi Pencurian Kucing Himalaya di Depok, Pemilik Berharap Peliharaannya Dikembalikan
Bayar Utang Rp 1,5 Juta
Tersangka S mengaku, nekat melakukan aksi pencurian sapi milik suaminya sendiri karena terlilit utang.
Tribunnews.com
Demikianlah Artikel Perempuan Jadi Otak Pencurian Ternak Sapi Milik Suami, Hasilnya untuk Bayar Utang dan Beli Skincare
Anda sekarang membaca artikel Perempuan Jadi Otak Pencurian Ternak Sapi Milik Suami, Hasilnya untuk Bayar Utang dan Beli Skincare dengan alamat link https://subscribe-id.blogspot.com/2021/09/perempuan-jadi-otak-pencurian-ternak.html
No comments: